Paris – Paris Saint-Germain punya salah satu skuat terbaik di dunia saat ini dengan datangnya Neymar dan Kylian Mbappe. Tapi sejauh mana level mereka belum terukur.

PSG menggelontorkan banyak uang di musim panas lalu untuk memoles skuatnya. Neymar dibeli dengan nilai yang memecahkan rekor: 222 juta euro, sementara Mbappe direkrut sebagai pinjaman yang kemungkinan dipermanenkan dengan biaya 180 juta euro.

Jika melihat skuat Les Parisiens saat ini, isinya jelas saja bisa dibilang mentereng. Selain Neymar dan Mbappe, dua talenta besar di dunia, ada nama Thiago Silva, Marquinhos, Marco Verratti, Angel Di Maria, Edinson Cavani, Julian Draxler, juga Dani Alves.

Musim ini PSG menjalani start cemerlang dan belum terkalahkan di delapan pertandingan, memenangi tujuh di antaranya. Tapi sejauh itu pula belum benar-benar ada ujian yang gereget untuk skuat Unai Emery.

Setelah menang telak 5-0 atas Celtic di matchday 1 Liga Champions, kini PSG boleh jadi menghadapi ujian besar yang pertama kala menjamu Bayern Munich, Kamis (28/9/2017) dinihari WIB. Bayern tentu saja bisa dijadikan tolok ukur, mengingat pengalamannya di Liga Champions.

Sejak juara di musim 2012/2013, Bayern tembus ke semifinal di tiga musim berikutnya dan lolos ke perempatfinal di musim lalu.

“Kami akan menghadapi sebuah tim bagus, sebuah klub dengan sejarah besar. Bayern Munich ingin memenangi kompetisi ini. Jadi pertandingan ini adalah sebuah kesempatan bagus untuk kami menunjukkan di mana posisi kami,” ungkap Emery.

“Sudah lama sejak Bayern datang ke Paris untuk bertanding, jadi kami tak sabar untuk laga Rabu ini. Benar bahwa kami ingin memuncaki klasemen dan itulah sebabnya kami ingin memenangi laga ini dan membuat perbedaan,” imbuhnya seperti dilansir situs resmi klub.

Secara komposisi skuat, Bayern adalah salah satu yang terkuat dan paling matang di kompetisi. Selain itu pengalaman dan sentuhan Carlo Ancelotti menjadi faktor lain yang membuat Bayern dianggap sebagai salah satu calon juara.

Emery memperkirakan Bayern akan amat menyulitkan dengan fleksibilitas sistem permainan mereka, tipikal tim yang ditangani pelatih Italia.

“Bayern punya banyak pemain di lini serang dan pertahanan. Kami sudah berlatih untuk menghadapi berbagai opsi yang bisa mereka terapkan di lapangan,” sambung Emery.

“Mereka bisa memasang James, Lewandowski, lini tengah dengan dua atau tiga pemain. Mereka bisa memulai dengan satu sistem dan menuntaskan laga dengan sistem lainnya. Itulah sebabnya kami bakal harus bekerja keras selama 90 menit,” tambahnya.

PSG belum sekalipun berhasil melewati perempatfinal Liga Champions, meski telah memulai proyek mahal di bawah investor Qatar sejak 2011 silam.

(raw/din)