Roma – The Reds tetap lolos ke final Liga Champions usai ditekuk AS Roma 2-4. Manajer The Reds Juergen Klopp akui timnya dinaungi keberuntungan.

Berbekal keunggulan 5-2 di semifinal leg pertama, Liverpool melawat ke Olimpico untuk melakoni leg kedua, Kamis (3/5/2018) dinihari WIB. The Reds mengawali dengan impresif usai Sadio Mane mencetak gol cepat di menit kesembilan.

[Gambas:Video 20detik]

Roma tidak takluk dan berhasil menyetarakan skor usai James Milner. Kemudian The Reds menyudahi paruh pertama dengan keunggulan 2-1, berkat sundulan Georginio Wijnaldum.

Setelah turun minum, Giallorossi mencetak tiga gol balasan dari kaki Edin Dzeko dan sepasang gol Radja Nainggolan, yang salah satunya tercipta lewat penalti. Akan tetapi, kemenangan ini tak mampu menyelamatkan Roma karena takluk agregat 6-7.

Sukses The Reds ini tidak lepas dari kejadian kontroversial yang terjadi. Roma dianggap berhak mendapatkan sejumlah penalti momen Trent Alexander-Arnold memblok crossing Stephan El Shaarawy dan ketika Dzeko dijatuhkan Loris Karius.

“Kami beruntung hari ini,” Klopp mengatakan kepada Mediaset Premium setelah matchday. “Roma tangguh, kami menempatkan mereka di tempat yang kami inginkan, karena mereka liar, berani ambil risiko dan kami menang 2-1. Semuanya bagus.”

“Tapi kami tidak melakukan hal yang cukup momen serangan balik, kami tidak memanfaatkan celah yang mereka berikan dan kami takluk di matchday ini setelah memimpin 1-0.”

Kelolosan ini mencatat final pertama The Reds sejak 2006/07. Si Merah kini akan menantang juara bertahan Real Madrid di Kiev, 26 Mei.

(rin/raw)