Manchester – Klub-klub Inggris dalam beberapa tahun belakangan tak menunjukkan prestasi menggembirakan di Liga Champions. Terkait hal ini, Jose Mourinho menyalahkan padatnya jadwal di Inggris.

Langkah wakil-wakil Inggris kerap terhenti di babak 16 besar sejak Chelsea keluar sebagai juara pada 2012 lalu. Sejak saat itu, pencapaian terbaik klub Inggris terjadi pada 2015/2016, ketika Manchester City menembus babak semifinal.

Mourinho menganggap bahwa menurunnya performa wakil Inggris di kompetisi antarklub Eropa tak lepas dari padatnya jadwal kompetisi domestik. Bahkan, Manchester United yang pada musim lalu menjadi juara Liga Europa pun ikut merasakan lelah.

“Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah bahwa Real Madrid musim lalu menjalani bulan terakhir di La Liga dengan tim kedua. Mereka bisa melakukannya dan mereka datang ke final Liga Champions dengan tim yang segar,” kata Mourinho seperti dikutip Soccerway.

“Juventus sudah jadi juara Italia tiga bulan sebelumnya dan bisa lebih segar untuk perempatfinal, semifinal, dan final,” sambungnya.

“Untuk tim-tim Inggris, biasanya, itu tidak mungkin. Tidak ada libur musim dingin, seperti di negara-negara lain, meskipun saya harus mengakui bahwa saya menyukai periode Natal di sepakbola Inggris,” kata manajer MU itu.

Selain masalah jadwal padat, di Liga Inggris tidak ada perubahan jadwal yang membuat tim-tim yang akan main di Liga Champions tampil lebih awal. Di negara-negara lain, pergeseran jadwal semacam itu terjadi.

“Negara-negara lain melindungi klub-klub mereka. Misalnya, Benfica bermain Jumat. Kami selalu melakukan itu di Portugal dan Italia. Paris Saint-Germain main Jumat. Itu terjadi sepanjang waktu,” tambah Mourinho.

“Tapi bukannya mengeluh. Kami punya skuat, jika Anda melihat pemain lelah, Anda harus memainkan pemain lain,” katanya.

MU akan memulai petualangannya di Liga Champions musim ini dengan menghadapi Basel di Old Trafford, Rabu (13/9/2017) dinihari WIB. The Red Devils tergabung di Grup A bersama Basel, Benfica, dan CSKA Moskow.

(mfi/mfi)