Madrid – Blunder Sven Ulreich amat merugikan Die Roten kejadian disingkirkan Real Madrid. Pelatih Bayern Jupp Heynckes tampak tak sepenuhnya menyalahkan kipernya itu.

Bayern bertandang ke Santiago Bernabeu, Rabu (2/5) dinihari WIB, dalam usaha comeback usai kalah 1-2 di leg pertama. Rencana Bayern Munich bermula dengan baik setelah Joshua Kimmich mencetak gol cepat di menit ketiga.

Akan tetapi, Madrid bisa langsung mencetak gol balasan lewat gol Karim Benzema delapan menit kemudian. Kejadian buruk Bayern itupun terjadi sesaat setelah kickoff babak kedua.

Ulreich gagal bereaksi cepat atas backpass Corentin Tolisso. Penjaga gawang pelapis Manuel Neuer itu terpeleset sehingga Benzema dengan mudah menyambar untuk menceploskan ke gawang yang kosong. Setelahnya, Bayern mencetak gol kedua lewat kaki James Rodriguez. Namun, gol tersebut tidak cukup meloloskan Bayern, yang untuk kelima kalinya disandung tim-tim Spanyol. Skor akhir 2-2, the Bavarians takluk dengan agregat 3-4.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kesalahan itu berakibat fatal. Namun, Heynckes lebih fokus pada kegagalan pasukannya memanfaatkan banyaknya peluang. Mengingat, Bayern menciptakan 22 percobaan dengan 10 di antara mengarah ke gawang.

“Ulreich bingung, sedikit tidak sadar. Dia tidak tahu apakah dia bisa mengambil bolanya, dia sadar dia tidak biasa, lalu gugup dan itulah yang terjadi,” ucap Heynckes di Uefa.com. “Itu memang sebuah hal yang sangat buruk untuk dialami oleh seorang pemain.”

“Itu adalah sebuah kejadian buruk untuk tim saya tapi kami kan memiliki banyak sekali kesempatan untuk mencetak gol dan penjaga gawang saya secara keseluruhan sudah bermain dengan sangat baik.”

(rin/cas)