Munich – Meski memburu kemenangan, Bayern Munich bukan memikirkan balas dendam terhadap Paris Saint-Germain. Bayern cuma menantikan duel seru dengan kekuatan baru Eropa.

Bayern kalah telak 0-3 saat bertandang ke PSG pada matchday 2 Grup B Liga Champions lalu. Hasil itu dinilai cukup mengejutkan, mengingat Bayern punya reputasi dan pengalaman yang lebih baik ketimbang Les Parisiens.

Die Roten kini punya kesempatan membalas kekalahan tersebut saat gantian menjamu PSG di Allianz Arena, Rabu (6/12/2017) dinihari WIB di matchday 6. Selain memulihkan reputasi dan menjaga gengsi, laga ini juga memberikan kesempatan untuk Bayern merebut puncak klasemen meski tak mudah.

Skuat besutan Jupp Heynckes ini perlu menang 4-0 atau selisih empat gol agar bisa naik ke posisi teratas.

Heynckes menekankan kemenangan tetap jadi sasaran timnya, tapi mengingatkan ini bukan soal balas dendam. Pelatih 72 tahun itu menantikan pertandingan ketat melawan tim yang sedang menanjak.

“Tentu saja kami ingin menang dan tampil baik, tapi di hadapi kami adalah tim bagus dengan pelatih top. Mereka adalah tim yang dilumasi dengan baik, yang tak cuma bergantung pada para bintang,” ungkapnya dikutip Soccerway.

“Saya sangat tak suka kata balas dendam di sepakbola. Ini akan jadi pertarungan di tingkat paling tinggi: sebuah tim tradisional seperti Bayern melawan kekuatan yang sedang muncul seperti PSG.”

“Untuk para pemain, terutama para pemain Prancis, pertandingan ini tak berarti apapun selain partai Liga Champions yang normal,” ujar pria yang membawa Bayern juara Liga Champions 2012/2013 ini.

(raw/fem)