Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran untuk prastudi dan studi kelayakan pembangunan stadion bertaraf internasional, tapi tak mencantumkan dana pembangunan. Dana terlalu besar.

Sandiaga menjanjikan pembangunan stadion setara Old Trafford bagi masyarakat DKI Jakarta saat kampanye. Dia bilang pembangunan akan dimulai pada semester pertama 2018 dengan menggandeng swasta atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dalam laman situs jakarta.apbd.go.id, anggaran untuk membangun stadion Rp 0. Pemprov DKI Jakarta juga tak memasukkan anggaran pembangunan Stadion BMW, yang setidaknya tinggal melanjutkan jika ingin benar-benar berniat membangun stadion.

Hanya saja dalam situs yang sama, terdapat nomenklatur penyusunan akhir studi kelayakan untuk pembangunan stadion bertaraf internasional dalam anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Untuk kegiatan tersebut, anggaran yang diajukan sebesar Rp 15,99 miliar.

Selain itu, terdapat nomenklatur Penyusunan Prastudi Kelayakan Pembangunan Stadion Bertaraf Internasional. Anggaran yang diusulkan untuk kegiatan ini sebesar Rp 2,99 miliar.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, Pemprov DKI, seperti dalam Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), hanya berkewajiban membiayai pengkajian akhir studi kelayakan (final business case) proyek stadion BMW. Pemprov DKI akan melibatkan pemerintah pusat.

“Mohon dilihat di KPBU-nya ada sekitar 2-5 persen dari perkiraan total estimasi biaya yang harus disediakan biaya oleh Pemprov DKI untuk menyiapkan final business case. Itu yang kami anggarkan. Nanti akan masuk melibatkan pemerintah pusat juga,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).

“Karena jumlahnya bisa sampai Rp 2 triliun, mendingan kami fokusin buat warga masyarakat yang termarjinalkan, warga masyarakat yang selama ini belum tersentuh,” dia menambahkan.

Menurut Sandiaga, pembangunan stadion BMW akan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dengan swasta. Dia optimistis perusahaan swasta tertarik untuk mengerjakan proyek tersebut.

“Stadionnya sudah bisa dibangun dengan public private partnership karena, begitu kami launching, banyak tertarik, banyak yang mau kerja sama dengan pemerintah (DKI),” Sandiaga menerangkan.

“(Masalah hukumnya) sudah selesai, insyaallah,” ujar dia.

(zak/fem)