Bandung – Sebagai pesepakbola, Kim Kurniawan tentu punya sosok yang diidolai di lapangan hijau. Siapa saja sosok yang jadi inspirasi untuk Kim?

Kim adalah salah satu pesepakbola tenar di tanah air. Dengan wajah oriental bercampur Jerman, Kim dengan mudah bisa menarik fans terutama dari kaum hawa. Apalagi Kim juga berhubungan dekat dengan idola nomor satu sepakbola Indonesia saat ini, Irfan Bachdim.

Belum lagi klub yang diperkuat Kim, Persib Bandung, adalah klub dengan basis fans terbesar di Indonesia. Kim bisa dengan mudah mendapatkan banyak penggemar.

[Ikutan Instagram Competition, dan Dapatkan OPPO F3 Selfie Expert]

Tapi sebagai pesepakbola, Kim tentu juga punya pemain yang diidolakan olehnya. Jika ditanya soal itu, Kim akan menjawab sang kakek, Kwee Hong Sing, sebagai idolanya. Kwee adalah mantan pemain timnas Idonesia di era 50-an serta Persija Jakarta.

Kwee juga jadi salah satu pemain keturunan China yang dulu mewarnai persepakbolaan lokal bareng Tan Liang Houw, Beng Ing Hen, Thio Him Tjiang atau Chris Ong.

Jika bicara pemain asing, Kim malah mengidolai David Beckham yang notabene berasal dari Inggris yang punya rivalitas dengan Jerman.

Kim Kurniawan mengidolai David Beckham (Getty Images)

“(Idola) Ya mungkin kakekku. Karena mungkin bakat ini diturunkan dari dia. Tapi kalo idola dari kecil, saya suka David Beckham. Kalo dari pemain Jerman tidak ada yang difavoritin karena semuanya saya suka,” tutur Kim dalam perbincangan dengan detikSport di Bandung beberapa waktu lalu.

“Menurut saya Jerman berbeda dari negara-negara lain. Dulu, Brasil mungkin punya Ronaldo atau Ronaldinho, kalo Jerman lebih ke tim. Jadi mungkin kalau sekarang posisinya juga sama kan (gelandang), Toni Kroos saya suka permainannya. Jadi bukan ke idolanya lebih ke permainannya, Toni Kroos saya suka. Tapi idola saya tetep David Beckham,” sambungnya.

Lalu siapa pemain Indonesia yang jadi idola Kim? Dia menunjuk sosok Bima Sakti dan Bambang Pamungkas. Terlebih Bima pernah setim bareng Kim di Persema Malang sedari 2011 hingga 2013.

“Kalau pemain lokal, saya suka Bima Sakti sama Bambang Pamungkas. Kalo Bima Sakti waktu saya dateng ke Indonesia langsung satu klub dengan dia di Malang. Dan dia benar-benar punya jiwa kepemimpinan yang tinggi.”

“Dia (Bima) baik dan welcome sekali ke saya. Posisinya sama kan dengan saya. Jadi belajar juga banyak dari dia. Kalau mas Bepe (Bambang Pamungkas) ya waktu di PBR (Pelita Bandung Raya), leadership-nya tinggi juga,” tutup Kim.

Kim kini sudah enam tahun berkarier di Tanah Air. Lalu seperti apa pandangannya terkait sepakbola di Indonesia yang boleh dikatakan carut-marut? Tunggu artikel selanjutnya hanya di detikSport.

(mrp/din)