Solo – Pembukaan Liga 2 menyajikan matchday antara Persis Solo dengan Semen Padang di Stadion Manahan, Solo, Senin (23/4/2018) malam. Matchday tersebut mempertemukan dua pelatih berdarah Minang.

Mereka adalah Jafri Sastra yang melatih tim tuan rumah, Persis Solo, dan pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli. Mereka bahkan menganggap duel itu seperti pertaruangn guru murid.

“Bang Syafri bukan hanya sahabat, tapi sudah menjadi guru saya. Bagaimanapun beliau lebih dahulu dibanding saya. Saya sering menemui Bang Syafri untuk berdiskusi,” kata Jafri dalam jumpa pers di Stadion Manahan Solo, Minggu (22/4/2018).

Bertanding melawan bekas tim asuhannya, Jafri mengaku akan bekerja secara profesional. Meskipun, kata dia, Semen Padang merupakan tim yang membesarkan namanya.

“Semen Padang harus saya lupakan sementara, karena besok harus bentrok. Bagaimanapun saya akan bentrok masalah taktis dengan dengan Syafri,” ujarnya.

Sementara, Syafrianto Rusli mengatakan telah memahami pola strategi Jafri. Namun menurutnya, laga perdana Liga 2 itu bakal menjadi pembuktian kedua pelatih dalam menerapkan taktik.

“Saya tahu Jafri, Jafri juga tahu saya. Nanti di lapangan kita lihat siapa yang lebih siap, siapa lebih jitu menganalisa. Kita lihat hasilnya nanti,” dia mengungkapkan.

Mengenai matchday tandang ini, Semen Padang yakin dapat menguasai situasi. Dalam beberapa matchday di Solo, Semen Padang tercatat mampu memperoleh hasil maksimal.

“Suatu hoki buat kami, sudah beberapa kali bertanding sejak 2014 unggul di sini. Kami harap keberuntungan itu datang lagi besok malam,” dia menjelaskan.

(fem/mrp)