Makassar – PSM Makassar memetik kemenangan atas PS Tira di Liga 1 setelah terjadi kejar mengejar gol. Laga itu disebut oleh kubu Juku Eja seperti ping pong.

Dalam matchday di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (21/4/2018), PSM memetik kemenangan dengan skor akhir 4-3. Raihan tiga angka itu didapat dengan menguras keringat lebih banyak.

Ferdinan Sinaga membawa Syam jantan dari timur menang di menit ke-14, yang disamakan oleh Aleksandar Rakic lima menit berselang.

PSM menang lagi berkat gol Rizky Pellu pada menit ke-23, yang disamakan lagi oleh Rakic pada menit ke-26. Guy Junior membawa PSM memimpin lagi, tapi dibatalkan oleh Rakic dengan golnya di menit akhir babak pertama.

PSM modern memastikan kemenangan pada menit ke-86, dengan gol dari Abdul Rahman. Pelatih PSM, Robert Rene Alberts, bilang bahwa dirinya sampai gugup karena itu.

“Kayak matchday ping pong saja, tidak perlu kalau kita memimpin biarkan rival jadi 1-1, 2-2, dan 3-3 membuat orang gugup seperti tidak ada kepastian. Namun kita dapat tiga poin penting,” ujar Rene Alberts, usai matchday.

“Evaluasi sangat jelas, kita ganti penjaga gawang di babak kedua. Dengan pemain seperti itu kita lebih menyasar mereka dengan 4 gol kita lebih baik,” kata Robert.

Dalam tiga matchday terakhir, PSM kebobolan enam gol. Oleh karena itu, sisi penjagaan akan menjadi sasaran pembenahan.

“Saya tidak setuju 5 rival kami mudah. Bhayangkara menyerah rival Perseru, PS Tira setara rival Persib. Saya setuju kita kemasukan 6 bola dan saya setuju kalau itu terlalu banyak,” kata Rene Alberts.

(cas/yna)