Malang – Persekam Metro FC masih menjaga asa untuk bertahan di Liga 2. Saat ini klub tersebut masih menunggu kejelasan regulasi dari PSSI.

“Kami masih menunggu regulasi yang jelas dan mengikat tentunya dikeluarkan oleh PSSI,” kata Asisten Manager Persekam Metro FC Priyo ‘Bogang’ Sudibyo berbincang dengan detikSport, Senin (23/10/2017).

“Kabar terakhir kami yang terima, persoalan ini akan dibahas PSSI, PT Liga sebagai regulator, dan Menpora, dan kami menunggu hasilnya,” ujarnya.

Persekam Metro FC merupakan klub sepakbola kebanggaan Pemkab Malang. Jajaran Manajemen Persekam Metro FC diisi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang.

Di fase grup babak penyisihan Liga 2, Persekam Metro FC menempati posisi tiga. Hasil itu membawa klub tersebut ke babak playoff untuk bertahan di Liga 2. Fase playoff sendiri berisikan tim-tim yang finis di posisi tiga dan empat pada fase grup.

Pada prosesnya klub besutan Siswantoro ini menyudahi fase playoff dengan berada di posisi tiga, dari empat tim, di Grup G. Menurut aturan awal, tim teratas saja di masing-masing grup playoff ini yang berhak bertahan di Liga 2.

Menurut Bogang, semua klub yang berlaga di Liga 2 telah melayangkan protes baik secara lisan maupun tertulis mengenai kepastian regulasi tersebut. Dalam regulasi lama, kata Bogang, aturan lama ini terlalu memangkas habis tim peserta (dari 61 jadi 40 tim). Dengan kata lain, akan ada terlampau banyak tim yang harus terdegradasi.

“Kita ingin secepatnya ada keputusan, sehingga bisa segera mempersiapkan tim dengan maksimal. Jika digantung, beban berat ditanggung manajemen atau klub,” ucapnya.

Manajer Persekam Metro FC Samsul Hadi juga menegaskan bahwa saat ini timnya belum pasti ke Liga 3 dan justru masih berpeluang tampil di Liga 2 musim depan.

“Belum bisa dikatakan degradasi karena belum ada regulasi jelas soal itu. Ini masih dalam pembahasan di PSSI dan justru kemungkinan Metro FC tetap bertahan di Liga 2,” ujar Samsul.

Ia juga menilai bahwa timnya sejauh ini sudah tampil dengan baik dan usaha-usaha untuk membuat peningkatan kualitas pun akan terus dilakukan, baik dari sektor pemain maupun pelatih. “Program pembinaan juga dijalankan dengan menggandeng KONI serta PSSI, untuk menemukan bibit muda berbakat,” ucapnya.

(krs/din)