Jakarta – Persija Jakarta untuk menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai tempat mereka menjamu lawannya pada kompetisi musim depan, tapi tidak eksklusif.

Macan Kemayoran membidik SUGBK untuk menjadi kandang alternatif tim pada kompetisi Liga 1 musim depan. Selain SUGBK mereka juga berencana untuk menggunakan Stadion Patriot Chandrabhaga di Kota Bekasi. Direktur Utama Persija, Gede Widiade, berharap keinginan itu terwujud karena stadion itu milik pemerintah.

Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) memberi keleluasaan Macan Kemayoran untuk menggunakan SUGBK asal tidak eksklusif. Dia juga mengaku telah diajak berkomunikasi dengan Persija terkait penggunaan stadion yang pertama kali dibangun sejak 1960 ini.

“Boleh jika ingin main di sana (SUGBK) tetapi tidak eksklusif ya. Terbuka untuk semua, yang lain juga terbuka. Jadi tinggal beri tahu mainnya kapan. Jika kosong boleh, jika tidak cari waktu yang lain,” kata direktur utama PPK GBK Winarto kepada detikSport, Minggu (3/12/2017).

“Jadi tidak murni sebagai kandang Persija. Nanti yang lain ingin pakai bagaimana? Tidak bisa. Sementara banyak yang ingin tanding bola di sana,” ujarnya kemudian.

Asian Games 2018 akan digelar 18 Agustus sampai 2 September. Setelah itu akan dilanjutkan Asian Para Games yang berlangsung 8 Oktober sampai 16 Oktober mendatang. SUGBK sendiri akan digunakan sebagai venue atletik dan upacara pembukaan maupun penutupan Asian Games 2018.

“Belum. Nanti akan ada serah terima dari proyek. Jika sudah serah terima tinggal atur jadwalnya. tanggal berapa mulai digunakannya. Jika kosong meski 2018 boleh? bisa. Asal telah diserahterimakan. Tapi karena tahun depan Asian Games akan ada latihannya dan kegiatan lain, itu tinggal dicari yang kosong,” dia menjelaskan.

(mcy/rin)