Jakarta – Lapangan sepakbola ABC jadi salah satu venue yang diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini. Di tempat itu Jokowi sempat bertanya soal prestasi timnas sepakbola Indonesia.

Pada hari Sabtu (2/11/2017), Jokowi hadir di lapangan sepakbola ABC di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk melakukan peresmian sekaligus memberi semangat kepada para penggawa timnas U-16 yang berlatih.

Dalam kesempatan itu Jokowi, yang ditemani Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, juga terlihat melakukan penandatanganan di buku kurikulum tentang filosofi sepakbola Indonesia (Filanesia).

Menurut Tisha, ia sempat berbincang dengan Jokowi. Tisha ditanya kenapa timnas usia muda Indonesia lebih berprestasi dibandingkan timnas senior.

“Pak Presiden sempat memberikan note kepada saya dan bertanya, ‘Kenapa ya, kita ini pemain yang muda-muda bisa menangani, tapi kalau sudah ke senior jadi kalahan’,” ujar Tisha mengungkap percakapannya dengan Presiden Jokowi.

“Saya katakan kepada beliau, permasalahannya bukan pada jenjang pemain, melainkan pada jenjang kepelatihan yang terputus dari jenjang yang lebih muda ke jenjang selanjutnya. Antara pelatih yang satu dengan pelatih berikutnya. Hal itu yang menjadi sangat krusial saat ini karena guru yang baik akan menghasilkan murid yang jauh lebih baik,” tutur Tisha.

Pertanyaan Jokowi ke PSSI soal PrestasiPresiden Jokowi di Lapangan ABC (Foto: Amalia Dwi Septi)

Tisha pun menegaskan bahwa PSSI saat ini fokus membangun fondasi sepakbola Indonesia, salah satunya melalui buku Filanesia yang dijadikan sebagai pegangan. Hal itu sesuai dengan program pemerintah yang menginginkan percepatan perkembangan sepakbola.

“Alhamdullilah ini momen yang bersejarah dan membahagiakan untuk PSSI karena ini adalah bentuk perhatian dari Presiden terhadap sepakbola Indonesia. Walau di tengah kunjungan yang padat, beliau menyempatkan diri menyapa anak-anak U-16 di sini. Ini juga bentuk apresiasi terhadap Timnas Indonesia U-16 yang sudah lolos ke putaran final Piala AFC U-16 2018. Selain itu, Pak Presiden juga bersedia menandatangani buku kurikulum pembinaan sepakbola Indonesia yang merupakan jawaban PSSI terhadap permintaan Presiden dalam rapat kabinet terbatas pada Februari lalu,” ujar Tisha.

“PSSI ingin menjawab tantangan itu dengan kerja nyata salah satunya melalui buku Filanesia yang saat ini menjadi kurikulum dalam pemberian kursus kepelatihan lisensi D dan C. Jadi ini adalah pekerjaan panjang yang kami lakukan. Selain itu langkah kedua adalah terus melakukan pemantauan di setiap usia karena ada jenjang yang terputus tadi, jadi agar anak-anak yang bergerak ke jenjang usia berikutnya tetap bisa terpantau sampai nanti di level senior. Insya Allah dengan filanesia ini kita bisa menjawab tantangan itu walau hasilnya tidak bisa langsung dirasakan pada tahun depan, tapi semoga membawa ke arah yang lebih baik,” katanya.

(ads/krs)