Jakarta – Perubahan regulasi di kompetisi Liga 1 mendapat kritik dari klub Sriwijaya FC. Keputusan itu disebut sebagai bentuk ketidakkonsistenan. Tapi Sriwijaya FC tetap siap-sedia menjalani sisa musim.

Regulasi di Liga 1 mengalami perubahan setelah PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator menangguhkan aturan terkait kewajiban memainkan pemain U-23 selama satu babak.

Regulasi ini untuk sementara ditangguhkan pada kurun waktu 3 Juli-3 Agustus, berkaitan dengan agenda tim nasional Indonesia U-23 dalam menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 dan ajang SEA GAmes 2017. Selain itu, ada pula menyertai revisi-revisi lain seperti jumlah pergantian pemain dan jumlah pemain yang duduk di bangku cadangan.

[Baca juga: Dua Regulasi Liga 1 Ditangguhkan karena Agenda Timnas U-23]

“Tidak konsisten,” kata Sekretaris Umum Sriwijaya FC Ahmad Haris saat dihubungi detikSport Sabtu (1/7/2017).

“Harusnya kan dipikirkan, ini kan bakal ada event internasional. Kami khawatir ada beberapa klub yang ada request khusus atau apa (sehingga jadi keuntungan tersendiri).

“Tapi kami tidak ingin suudzon. Cuma harusnya (operator) itu sudah siap dan konsekuensinya harus diterima. Agenda internasional itu kan sudah lama, apalagi SEA Games itu setiap dua tahun sekali digelar,” imbuhnya.

Haris juga mempertanyakan pengambilan keputusan dari PT LIB yang ia rasa sudah diambil sepihak, tanpa melibatkan klub-klub di dalamnya, sehingga kini melahirkan protes dari sejumlah klub.

“Mereka harus terima klub berbicara seperti ini. Kami, sejumlah klub, ingin satu suara. Ajak kami bicara dulu harusnya. Kami tidak diajak bicara loh. Kami dapat email hari Rabu akan ada perubahan,” sebutnya.

Pun demikian, Haris menegaskan kalau perubahan regulasi tersebut tidak berpengaruh pada kesiapan Sriwijaya FC mengarungi sisa musim Liga 1.

“Pemain kami cukup kok. Pakai U-22 juga cukup ada tujuh orang, kami sudah siap. Sudah siap karena kami sudah tahu bakal ada seperti ini. Kami cuma harapkan satu deh, marquee player bisa ditambah. Sudah kadung kan? Banyak yang berubah. Sekalian saja, sudah kadung. Ayolah, asing boleh lima tapi main empat. Tidak apa-apa, kami lebih suka,” tuturnya.

“Soal peta persaingan sepertinya tetap biasa saja. Kompetisi kali ini sulit ditebak. Tetap saja ramai-lah. kalau Sriwijaya sudah siap saja, Insyallah pemain muda kami tetap bisa dipakai, ayo. Target kami sekarang keluar dari zona bawah Liga 1,” ucap Haris, merujuk pada posisi 13 yang saat ini ditempati oleh Laskar Wong Kito.

(mcy/krs)