Jakarta – Menpora Imam Nahrawi berbelasungkawa atas meninggalnya suporter Indonesia usai laga uji coba timnas melawan Fiji, akhir pekan lalu. Dia meminta polisi mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Seorang suporter tewas akibat terkena ledakan petasan di laga Indonesia vs Fiji, Sabtu (2/9/2017). Seorang suporter diduga melemparkan petasan ke arah tribun lain.

Catur Yuliantono yang terkena ledakan mengembuskan napasnya yang terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.

Mengutarakan duka mendalam atas kejadian tersebut, Imam Nahrawi meminta peristiwa tersebut jadi pelajaran untuk banyak pihak di Indonesia. Ap Apalagi tak sampai setahun Indonesia akan menggelar Asian Games.

“Tentu kami berdoa almarhum khusnul khotimah, karena saya baca korban menyelamatkan keponakannya yang akhirnya dia menjadi korban. Yang kedua, ini menjadi peringatan penting bagi kita semua, bagi PSSI, dan kita bahwa harus betul-betul teliti, rapi, tertib untuk ke depannya. Tidak boleh ada lagi alat-alat yang tidak berkaitan masuk stadion. Ini penting kita sadari awal,” kata Imam.

“Kami juga harap kepolisian mengusut tuntas sampai ke akarnya, dan jangan sampai terulang lagi kecurangan-kecurangan yang menyebabkan nyawa hilang dengan sia-sia,” tambahnya.

Imam meminta panitia pelaksana, termasuk untuk gelaran Asian Games 2018, mempersiapkan diri dengan lebih baik. Termasuk sistem keamanan yang lebih oke untuk menangkal terulang kembali peristiwa tersebut.

“Jadi semua nanti harus berbasis IT termasuk pemeriksaan tas-tas serta harus ada loker khusus. Sehingga saat nonton orang merasa nyaman. Jadi security system ini sangat penting,” ujar dia.

(mcy/din)