London – Ada sejumlah keputusan kontroversial yang dinilai merugikan Tottenham Hotspur di laga lawan Swansea City. Mauricio Pochettino menilai Spurs layak dapat penalti.

Spurs harus puas dengan hasil imbang 0-0 saat menjamu Swansea di Wembley, Sabtu (16/9/2017) malam WIB. Ini berarti The Lilywhites masih belum menang di kandang saat tampil di Premier League.

Dari tiga pertandingan di Wembley sejauh ini, Spurs cuma mendapatkan dua hasil imbang dan sekali kalah. Sebelum diimbangi Swansea, mereka ditahan Burnley dan kalah di partai derby melawan Chelsea.

Pochettino menilai Spurs sedikit tak beruntung di laga malam tadi, salah satunya soal penalti. Manajer asal Argentina itu percaya setidaknya ada satu penalti yang harusnya diterima timnya.

Itu adalah ketika Serge Aurier dijatuhkan Martin Olsson di menit-menit akhir. Tapi alih-alih meniup peluit untuk penalti, wasit Mike Dean malah menilai Aurier lebih dulu melakukan pelanggaran usai menyentuh bola dengan tangannya.

Olsson sebelumnya juga terlibat di insiden yang layak diganjar hukuman penalti. Tangannya terkena bola saat mengantisipasi umpan silang. Tapi wasit juga bergeming.

Dalam insiden Aurier dengan Olsson, Pochettino melihat itu harusnya pelanggaran dan penalti untuk timnya. Secara keseluruhan, pria 45 tahun itu menilai kinerja wasit tak cukup bagus.

“Itu sangat jelas. Yang tidak jelas itu kenapa Mike Dean menilai di hadapan para pemain kami bahwa itu adalah handball, padahal itu bukan handball. Kalau dia tak yakin dengan situasinya, lalu kenapa mengatakan itu adalah handball?” ungkap Pochettino dikutip BBC.

“Itu tak beruntung, tapi kami perlu melihat diri kami sendiri dan mencoba tampil lebih baik lain kali dan mencetak gol sebelum situasi-situasi semacam itu. Itu disayangkan untuk kami.”

“Kami tak mendapatkan satu penalti yang kami layak dapatkan. Di situasi itu, wasit tak menjalani sore yang bagus,” tambahnya.

(raw/nds)