London – Tottenham Hotspur puas bisa meraup tiga poin atas Watford, dalam sebuah laga sulit di mana penampilan mereka biasa-biasa saja dan ada banyak penetrasi.

Spurs tampil dominan momen menjamu Watford di Wembley, Selasa (1/5/2018) dinihari WIB. The Lilywhites menang jauh dalam penguasaan bola, 61% berbanding 38%.

Namun tuan rumah justru relatif tak terlalu banyak mengancam dengan tingginya penguasaan bola tersebut. Mereka menuliskan tiga tembakan tepat target plus satu upaya membentur tiang dari 13 percobaan.

Sementara Watford yang juga sama-sama melepaskan 13 tembakan, punya lima di antaranya yang mengarah ke gawang.

Manajer Spurs Mauricio Pochettino akui timnya tak tampil seperti biasanya, cukup lambat dalam membangun serangan. Meski demikian, ada kelegaan di balik itu mengingat tiga poin tetap berhasil dibawa pulang.

Tiga poin ini krusial karena mempertahankan peluang Spurs untuk finis di peringkat yang lebih baik. Kejadian ini mereka ada di peringkat empat dengan nilai 71 dari 35 laga, enam poin tertinggal dari Red Devils di posisi dua dan satu poin saja di belakang The Reds (peringkat tiga dan sudah bermain 36 kali).

“Saya rasa ini malam yang bagus untuk kami. Penting untuk mendapatkan tiga poin karena itu membuat kami dalam peringkat bagus. Ini merupakan laga yang wajib dimenangi, jadi penting untuk kami,” ungkap Pochettino kepada Sky Sports.

“Mungkin kami tak bermain sebagaimana yang kami inginkan. Selama keseluruhan musim, 10 bulan, sulit untuk terus menampilkan sepakbola yang bagus. Watford adalah musuh yang sulit, mereka bermain baik, menciptakan peluang-peluang bagus.”

“Tim ini trendi bangkit dari sebuah kekalahan yang sulit. Para pemain kecewa setelah laga melawan Red Devils. Sementara Watford bermain dengan lepas, tak ada penetrasi, mereka aman. Bagi kami, ada tantangan besar untuk meraup tiga poin.”

“Dengan tiga laga tersisa, saya rasa kami dalam situasi yang bagus. Bisa memenangi laga-laga tersisa dan finis di the big four secara berturut-turut untuk kali pertama akan bagus untuk klub,” imbuh pria Argentina seperti dilansir BBC.

(raw/cas)