London – Arsene Wenger memberi isyarat akan masa depannya setelah The Gunner. Wenger ingin cepat-cepat melatih lagi dan bergabung dengan tim yang tampil di kompetisi Eropa.

Manajer asal Prancis itu belum lama ini mengumumkan akan meninggalkan The Gunner di akhir musim. Wenger dan The Gunner akhirnya berpisah setelah bekerjasama selama 22 tahun.

Liga Europa tinggal menjadi satu-satunya ajang bagi The Gunner untuk mengangkat trofi sekaligus memberi kado perpisahan bagi Wenger. The Gunners akan memperebutkan tempat di final melawan Atletico Madrid dalam laga semifinal dua leg yang dimulai Emirates, Jumat (27/4) dinihari WIB.

“Saya harap ini (duel melawan Atletico) bukanlah pertandingan-pertandingan Eropa terakhir bagi saya. Target saya adalah bermain di Eropa lagi,” ucap Wenger diwartakan Telegraph.

“Saya tidak pernah berhenti (dari melatih tim sepakbola) selama 35 tahun. Anda bisa melihatnya, dan itu tidak ada. Saya tidak tahu seberapa besar kecanduan saya terhadap melatih. Saya adalah seseorang yang bermain Russian roulette setiap pekan dan tiba-tiba tidak memiliki senjata. Saya akan melihat seberapa kerinduan saya akan ‘senjata’ itu,” sambung dia.

“Anda selalu hidup dalam situasi ekstrem. Ketika saya mulai pada usia 33 tahun, saya pikir saya tidak akan pernah bertahan dalam pekerjaan ini, tapi Anda belajar untuk menguasai emosi Anda. Anda tidak pernah yakin apakah Anda melakukan hal yang benar. Akan menjadi sesuatu yang aneh ketika saya tidak bekerja. Tapi momen ini saya bekerja.”

Josep Guardiola pernah istirahat melatih selama setahun setelah meninggalkan The Catalans. Apakah Wenger tertarik meniru Guardiola?

“Lama sekali — 365 hari,” sahut Wenger.

Wenger sempat mengisyaratkan tidak akan melath di Inggris lagi. Beberapa spekulasi yang beredar mengaitkan Wenger dengan AS Monaco, Paris St. Germain, timnas Prancis, bahkan timnas Inggris.

(rin/krs)