Turin – Punya stadion sendiri benar-benar menguntungkan Juventus. Statistik memperlihatkan betapa besarnya kenaikan pendapatan yang didapat Bianconeri dari kandang mereka itu.

Juventus adalah salah satu dari sedikit tim di Italia yang memiliki stadion sendiri. Juve membeli kandang lama mereka, Stadio delle Alpi, dari pemerintah kota Turin pada 2003 lalu. Mereka kemudian menghancurkannya dan membangun stadion baru di atasnya.

Juventus Stadium resmi dibuka pada 8 September 2011. Selama enam tahun menjadi markas Juve, stadion ini bukan hanya menghasilkan banyak kemenangan untuk pemiliknya, tapi juga menambah pundi-pundi uang dalam jumlah yang sangat signifikan.

Juventus meraih 125 kemenangan dalam 157 pertandingan di Juventus Stadium (nyaris 80%). Sebanyak 27 laga lain berakhir seri dan lima lainnya berujung kekalahan untuk tim tuan rumah. Juve mencetak total 338 gol ke gawang tamu-tamunya.

Menurut laporan Calcio e Finanza yang dikutip Football Italia, sudah ada 5.986.695 tiket terjual di Juventus Stadium. Stadion yang berkapasitas sekitar 41.500 tempat duduk ini rata-rata terisi 92%.

Dari laporan yang sama, pendapatan Juventus dari penjualan tiket pertandingan selama lima tahun terakhir rata-rata mencapai 41 juta euro per musimnya. Bandingkan dengan musim 2010/2011 ketika Juve bermarkas di Stadio Olimpico Turin, di mana pendapatan mereka dari penjualan tiket pertandingan tak sampai 10 juta euro.

Calcio e Finanza juga mengungkapkan pendapatan klub-klub lain dari penjualan tiket pertandingan pada periode yang sama. Milan meraup rata-rata 26 juta euro, Inter 22 juta euro, dan Napoli 18 juta euro.

Akan tetapi, pendapatan Juventus tersebut belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan klub-klub besar Eropa lainnya. Real Madrid, Manchester United, Barcelona, dan Arsenal bisa mendapatkan sekitar 119-127 juta euro per musim dari penjualan tiket pertandingan.

Mulai musim ini, Juventus Stadium bernama resmi Allianz Stadium. Kesepakatan dengan Allianz ini berlaku selama enam musim.

(mfi/din)