Naples – Napoli sudah menunjukkan diri sebagai calon peraih Scudetto sejauh ini. Laga tandang ke AS Roma usai jeda internasional akan jadi ujian penting untuk mereka.

Napoli jadi satu-satunya tim yang masih sempurna di Serie A musim ini, usai memenangi tujuh pekan pertamanya. Mengoleksi nilai 21, Partenopei kini unggul dua angka dari Juventus dan Inter Milan di posisi dua dan tiga.

Selepas jeda internasional nanti, Napoli akan menghadapi ujian penting kala bertandang ke Roma. Roma sendiri perlahan-lahan mulai nyetel dengan skema permainan Eusebio Di Francesco dan merangkai hasil-hasil positif.

Setelah kalah dari Inter Milan di pekan kedua, Giallorossi merangkai empat kemenangan beruntun termasuk atas AC Milan akhir pekan kemarin. Sementara untuk Napoli, ujian terbesar mereka sejauh ini di liga adalah Lazio yang sukses dikalahkan 4-1.

“Ini adalah sebuah tes, tapi bukan yang pertama untuk mereka karena mereka sudah menghadapi Lazio,” ungkap eks pemain Roma Bruno Conti kepada Il Mattino.

“Ini jelas sebuah tes penting untuk kedua tim, sebuah petunjuk untuk melihat bagaimana liga ini akan berjalan,” imbuhnya seperti dikutip Football Italia.

Meski merupakan pemain legendaris Roma, Conti tak bisa menampik bahwa Napoli saat ini adalah salah satu tim terkuat untuk merebut Scudetto. Di bawah arahan Maurizio Sarri, anak-anak Naples sudah membentuk gaya bermain menyerang nan atraktif.

“Bisakah Napoli memenangi Scudetto? Saya akan bilang ya. Mereka memahami bagaimana caranya bermain tandang, selalu dengan mental pemenang,” sambung Conti.

“Saya suka Napoli, mereka bikin saya antusias. Tim mereka memainkan sepakbola terbaik di Italia dan Eropa. Menyenangkan melihat mereka bermain dan musim ini saya melihat mereka lebih matang lagi di momen-momen sulit.”

“Napoli bisa mengincar Scudetto. Kalau Anda menyaksikan mereka bermain, Anda takkan pernah melihat seorang bek maju dan mereka melepas umpan silang untuk mengincar gol sundulan.”

“Napoli banyak menyerang, memainkan bola datar dari kaki ke kaki, dengan para penyerang bagus yang bergerak jeli ke ruang-ruang dan para gelandang yang bisa mengirim bola ke mereka,” tandasnya.

(raw/cas)