Buenos Aires – Hernan Crespo, mantan bomber asal Argentina, melontarkan puja-puji buat Mauro Icardi yang di matanya merupakan pemain depan terhebat setelah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Di awal musim Serie A ini Icardi sudah mencetak lima gol dari tiga pertandingannya bersama Inter Milan, yang mulai ia perkuat sedari musim 2013/2014.

Dalam empat musim bersama Nerazzurri sebelum ini, Icardi juga sudah memperlihatkan performa impresif dalam urusan bikin gol. Setelah melewati musim pertamanya dengan sembilan gol saja, ia melanjutkannya dengan 27, 16, dan 26 gol secara berurutan.

Crespo, yang di Italia pernah membela tim seperti Parma, Lazio, dan Inter Milan, menilai Icardi memang sangat oke. Penyerang 24 tahun yang baru kembali dipanggil ke timnas Argentina, semenjak debut pada 2013, itu dinilai akan kian tajam.

“Setelah Cristiano Ronaldo dan Messi, yang seperti dari planet lain, Icardi adalah penyerang yang paling saya sukai. Di usia 24 tahun ia sudah menjadi seorang pemain bermental juara dan bisa jadi kelas dunia,” kata Crespo kepada La Gazzetta dello Sport yang dikutip Football Italia.

“Saya sudah memantau Icardi semenjak ia datang ke Italia. Setiap tahun, di tengah-tengah kesulitan, ia senantiasa membuat langkah maju. Itu menandakan bahwa kita sedang membahas seseorang yang cerdas. Kini ia terlihat sudah matang untuk membuat lompatan besar. Jangan lupa bahwa sejak tampil di Serie A, satu-satunya ia tak mampu mencetak gol dua digit adalah pada 2013/2014. Ia benar-benar lihai mencetak gol.”

“Icardi merupakan sosok penyerang tengah komplet. Ia bisa mencetak gol dengan kaki kanan, kaki kiri, atau kepala. Ia pun sangat jago di kotak penalti: lewat penetrasi, tindakan mengecoh lawan, perubahan kecepatan mendadak. Semuanya ditujukan untuk bikin gol. Ia punya kualitas luar biasa dan terlebih lagi fisiknya tangguh. Mari kita perjelas, ia sudah berusaha sebaik mungkin saat timnya punya masalah.”

“Dulu ia biasa berdiri di kotak penalti menunggu bola dan ketika si kulit bundar benar-benar datang, ia akan bikin gol. Kini ia sudah belajar untuk bergerak dan membantu tim. Ia mendikte operan di luar kotak penalti, menyebarkannya ke kanan dan kiri, membuka ruang buat rekan-rekan satu timya. Ia menjadi pemain tim sejati,” tuturnya memuji.

(krs/din)