Jakarta – Nerazzurri memang gagal bersaing dalam perebutan Scudetto musim ini. Meski begitu, Luciano Spalletti bersikukuh bahwa Inter sudah membuat kemajuan.

Inter hanya finis ketujuh usai ditangani tiga pelatih yang berbeda pada 2016/17. Spalletti kemudian ditunjuk sebagai pelatih kontemporer Inter Milan di musim ini.

Di bawah arahan Spalletti, Inter bersinar di paruh pertama musim dengan menjalani periode 16 matchday tak terkalahkan sehingga mulai diperhitungkan dalam perburuan gelar juara. Akan tetapi, performa tak konsisten sejak akhir tahun 2017 membuat Inter hanya bisa berebut finis di zona Liga Champions.


Sampai penghujung 2017/18, Inter masih di urutan kelima dengan 69 poin tertinggal dua poin dari Lazio dan empat poin dari AS Roma. La Beneamata masih bisa finis setinggi-tinggi di peringkat ketiga apabila Roma gagal unggul di dua matchday tersisa.

“Ya, karena saya tahu siapa lawan-lawan kami, kekebalan yang dipunya Juventus, Napoli, dan Roma, serta tim-tim protagonis lainnya,” ucap pelatih Inter itu yang dilansir Omnisport.

“Musim lalu, Inter memiliki 16 poin lebih sedikit dari Roma dan lebih sedikit secara umum daripada yang lainnya dan sekarang angka-angkanya memperlihatkan sebuah cerita yang betul-betul berbeda.”

“Sebagai pelatih, saya gembira dengan apa yang kami lakukan. Kami sudah membuat kemajuan, ada saat-saat ketika kami kesulitan tapi kami sudah dekat dengan menjadi tim tangguh. Kami memulai dengan sebuah jarak yang harus dijembatani untuk melihat apakah ada peluang untuk bersaing dengan dua tim yang berada di atas kami,” Spalletti menambahkan.

Inter akan menjamu Sassuolo di Giuseppe Meazza pada giornata 37. Spalletti menganggap matchday ini bak laga semifinal.

“Ini seperti sebuah matchday semifinal bagi kami,” lanjut dia. “Ini adalah musim yang panjang dan sekarang kami memiliki laga seperti semifinal, yang bisa menempatkan kami dalam peringkat untuk bermain di final melawan Lazio (matchday terakhir).”

(rin/ran)