Madrid – Real Madrid sudah memperkirakan laga di Vicente Calderon akan berat dan sungguh mengalaminya di awal-awal. Tapi kesabaran dan ketenangan Los Blancos jadi kunci.

Datang ke Vicente Calderon, Kamis (11/5/2017) dinihari WIB dalam semifinal leg kedua Liga Champions, Madrid membawa bekal meyakinkan keunggulan agregat 3-0. Tapi skuat besutan Zinedine Zidane itu langsung dikejutkan di awal pertandingan.

Atletico yang memulai dengan amat agresif mencetak dua gol di 20 menit pertama. Sundulan Saul Niguez menyambut sepak pojok di menit ke-12 membuka keunggulan tuan rumah, diikuti eksekusi penalti Antoine Griezmann empat menit kemudian.

Keunggulan Madrid pun menjadi 3-2 dan satu gol lagi dari Atletico akan membuat mereka tertekan. Tapi pada prosesnya Los Merengues dengan tenang merebut kontrol pertandingan, menurunkan tempo, bahkan mencetak gol balasan.

Aksi brilian Karim Benzema dari sisi kiri berujung ke gol Isco Alarcon di menit ke-42. Sejak saat itu Madrid bisa lebih tenang menghadapi tekanan gencar Atletico, hingga memastikan tak ada lagi gol tercipta ke gawang mereka.

“Atletico memulai dengan tangguh, mereka cemerlang pada awal pertandingan. Kami seharusnya bisa lebih baik di sepak pojok itu, tapi begitulah sepakbola,” kata Zidane di situs resmi UEFA.

“Kami sudah tahu kami akan menderita di laga ini, tapi dengan kesabaran kami menemukan permainan kami. Seiring waktu berjalan, kami tampil semakin baik dan menjadi tim yang lebih baik di atas lapangan,” imbuhnya.

Di final Madrid akan menghadapi Juventus yang menyingkirkan AS Monaco. Final akan berlangsung di Millenium Stadium, Cardiff, pada 3 Juni mendatang.

(raw/nds)