Naples – Napoli nyaris meraih gelar juara Serie A musim 2017-2018. Pemain bertahan Kalidou Koulibaly mengungkap alasan utama kegagalan timnya.

Napoli secara keseluruhan tampil sangat impresif sepanjang musim. Mereka mampu meraih 91 poin di akhir musim. Tapi, itu tak cukup karena Juve mengakhiri musim dengan 95 poin.

Napoli sempat superior di awal musim, sebelum mereka didekati Juventus, hingga meraih hasil-hasil buruk pada laga yang seharusnya bisa dimenangi, terutama menjelang akhir musim. Koulibaly pun bicara soal ini.

“Kami gagal meraih scudetto melawan tim-tim yang harusnya bisa dikalahkan: Sassuolo, AC Milan, dan Chievo,” ujarnya kepada So Foot dilansir Football Italia.

“Juga tidak mudah bermain setelah laga melawan Juventus karena penetrasi kepada tim untuk meraih hasil maksimal semakin besar. Saya mengerti mereka ada di Liga Champions, tapi di titik tertentu mereka gugur dan itu berat secara psikologis. Melihat Nerazzurri tumbang melawan Juventus juga sangat berat,” tambah dia.

Kegagalan Napoli ini berujung pada ditendangnya Maurizio Sarri dari jabatan pelatih. Mereka langsung mengangkat seorang Carlo Ancelotti untuk bisa merealisasikan hasrat tim meraih sukses. Meski begitu, Koulibaly punya kenangan menarik dengan Sarri.

“Sarri awalnya tak melihat saya. Saya sempat minta untuk dijual. Tapi, kemudian dia mulai memainkan saya dan tak pernah melepas saya dari starter meski kadang saya sangat lelah. Sarri memperlihatkan saya pandangan berbeda tentang sepakbola. Beberapa sesi latihan tanpa lawan benar-benar gila,” tutupnya.

(mrp/krs)