Piala Dunia 2018 – Jose Mourinho hadir ke pengadilan di kota Madrid terkait kasus penggelapan pajak. Manajer Manchester United itu menyebut kasusnya sudah selesai.

Mourinho dituding menggelapkan pajak senilai 3,3 juta euro atau sekitar Rp 51,8 miliar, dari pendapatan hak citra yang belum diungkapkan ke otoritas semasa masih melatih Real Madrid.

Pria Portugal itu lantas hadir ke pengadilan di kota Madrid pada Jumat (3/11/2017), untuk memberikan pernyataan kepada hakim. Dalam kesempatan ini, Mourinho kembali menegaskan bahwa dirinya tak melakukan kesalahan dan sudah membereskan situasi tersebut dengan otoritas pajak.

Sesi dengar pendapat dengan hakim pun dilaporkan cuma berlangsung singkat. Mourinho kini perlu bergegas kembali ke Inggris untuk menghadapi laga penting melawan mantan timnya, Chelsea, di Stamford Bridge, Minggu (5/11/2017) malam WIB.

“Saya meninggalkan Spanyol di 2013 dengan informasi dan keyakinan bahwa situasi tentang kewajiban pajak saya sepenuhnya legal,” ungkap Mourinho seperti dikutip Duniabola.

“Beberapa tahun kemudian, saya diinformasikan bahwa sebuah investigasi dibuka dan saya diberi tahu bahwa untuk membuat persoalan itu normal kembali, saya harus membayar sejumlah uang.”

“Saya tak menjawab, saya tak mendiskusikannya, saya membayar dan meneken kontrak dengan pemerintah yang menyatakan bahwa segala sesuatunya sudah beres.”

“Itulah sebabnya saya hanya di sini selama lima menit untuk memberitahu yang mulia hakim hal yang sama yang saya ungkapkan ke kalian. Saya tak punya hal lain lagi untuk dikatakan,” imbuhnya.

Pemerintah Spanyol belakangan gencar mengejar kasus penggelapan pajak. Sebelumnya bintang Barcelona Lionel Messi divonis 21 bulan dan denda 2,1 juta euro karena tak membayarkan pajak senilai 4,1 juta euro.

Tapi Messi tak perlu mendekam di penjara karena di Spanyol, hukuman penjara di bawah dua tahun bisa digantikan dengan hukuman percobaan. Kasus serupa juga menjerat bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo. Nilainya pajak yang diyakini digelapkan bahkan lebih besar, yakni 14,7 juta euro. Saat ini kasusnya masih ditangani pengadilan.