Jakarta – Persebaya Surabaya keberatan dengan sanksi terkini dari Komisi Disiplin PSSI, yang dianggap kelewat berat. Persebaya berencana mengajukan banding.

Komdis PSSI menjatuhkan berupa denda sebesar Rp 300 juta kepada Persebaya. Hukuman itu diberikan karena adanya kembang api yang menyala di laga Persebaya melawan Persipura Jayapura pada 29 Mei lalu di Stadion Gelora Bung Tomo.

“Dengan melihat kondisi dan fakta di lapangan, jumlah denda yang diberikan kepada kami itu terlalu besar. Kami sedang mengumpulkan bukti untuk mengajukan banding,” kata Sekretaris Tim Persebaya Ram Surahman Ram kejadian dihubungi, Senin (11/6/2018).

“Apalagi, sebelumnya kami futuristik disanksi Rp 420 juta setelah rival Arema,” tuturnya.

Bukan kali ini saja Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persebaya. Sebelumnya, Komdis juga menyumbang hukuman denda sebesar Rp 410 juta akibat ulah suporter dan Panpel yang dianggap tak mampu menyumbang rasa nyaman kepada tim rival.

Hukuman denda tersebut membuat Persebaya mengoleksi denda terbesar. Bajul Ijo sudah menerima hukuman sebesar Rp 700 juta lebih.

Ketika ditanya apakah denda sebelumnya sudah dibayarkan, Media Officer Persebaya Sidik Alek Tualeka enggan membeberkan. Dia cuma menegaskan timnya patuh kepada hukum. “Persebaya komitmen terhadap hukum.”

(ads/krs)