Kiev – Ada penetrasi besar yang menghantui The Reds menuju final Liga Champions 2017/2018. Sang musuh adalah pemilik 12 gelar turnamen ini, juara dua musim terakhir.

Perkara pengalaman memang diyakini jadi satu hal yang membuat The Reds kurang diuntungkan di final Liga Champions musuh Real Madrid. Dalam laga di NSC Olimpiyskiy Stadium, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB nanti, The Reds menjalani final Liga Champions pertamanya sejak 2006/2007 silam.

Sementara sang musuh, Madrid, akan melakoni final keempatnya dalam lima musim terakhir ini. Sebagai catatan, tiga final sebelumnya tak pernah gagal dimenangi oleh Los Blancos.

Maka bukan hal yang aneh jika Madrid lebih difavoritkan. Sebab skuat besutan Zinedine Zidane ini dinilai sudah tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menghadapi penetrasi di laga sebesar ini.

Pemain bertahan The Reds Andrew Robertson optimistis timnya bisa mengatasi penetrasi yang ada. Robertson menilai sejauh ini timnya cukup berhasil menyalurkan rasa gugup di laga-laga besar untuk mendapatkan hasil positif.

“Ini soal bagaimana Anda menggunakan rasa gugup. Anda perlu menjadikannya sebagai keuntungan untuk Anda. Kami sudah melakukan itu sejauh ini,” ungkapnya dilansir Sky Sports.

“Melawan Man City, kami menggunakannya untuk menyorong kami alih-alih menjauh dari tantangan yang Ada. Itulah yang harus kami lakukan pada Sabtu nanti.”

“Dari peluit pertama berbunyi, Anda perlu memanfaatkan rasa gugup dan segala sesuatu yang mengiringinya dengan cara yang tepat,” tambah pemain bertahan kiri ini.

(raw/mrp)